19 Sep 2025 | Dilihat: 180 Kali

Gerakan Rakyat Sulteng Desak Penetapan Status Darurat Keracunan Massal di Bangkep

noeh21
Siswa korban keracunan MBG terpaksa ditempatkan di luar ruangan IGD untuk memperoleh penanganan medis karena ruangan RSU Trikora Salakan sudah penuh.
      
MajalahDCN.com || Palu – Gerakan Rakyat Sulawesi Tengah mendesak Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) untuk segera menetapkan status siaga atau tanggap darurat menyusul meningkatnya korban keracunan massal Makanan Bergizi Gratis (MBG). Jumlah korban terus bertambah dengan 10 siswa baru dilaporkan mengalami gejala serupa hingga Kamis (18/9/2025).

Berdasarkan pantauan lapangan, sebanyak 10 siswa SMA Negeri 1 Tinangkung dirujuk ke Rumah Sakit Tinangkung sekitar pukul 08.00 WITA menggunakan mobil bak terbuka. Fasilitas kesehatan setempat, termasuk RSU Trikora Salakan, dilaporkan sudah tidak mampu menampung pasien tambahan. Beberapa puskesmas di wilayah Salakan juga mulai dipenuhi korban.

Ketua DPRD Bangkep bersama aparat daerah, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan terkait terlihat berjibaku menangani situasi sejak pagi hari. Kondisi ini memicu Gerakan Rakyat Sulteng untuk menyampaikan tiga tuntutan utama:
  1. Segera menetapkan Status Siaga atau Tanggap Darurat Bencana sesuai mekanisme UU dan regulasi BNPB.
  2. Melakukan mobilisasi sumber daya daerah secara sistematis dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dalam komando operasi terpadu.
  3. Memastikan koordinasi dan alokasi sumber daya berjalan efektif di bawah payung hukum status darurat.

“Situasi ini tidak bisa dianggap enteng. Penetapan status darurat akan memastikan penanganan lebih terukur, terpadu, dan menyeluruh,” tegas Yahdi Basma, SH., perwakilan Gerakan Rakyat Sulteng.

Publik kini menantikan langkah cepat dan keputusan strategis dari pemerintah daerah untuk menyelamatkan warga, khususnya generasi muda yang menjadi korban utama dalam insiden ini. (Nuli)
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas