Pagi itu langit tiba-tiba mendung. Masyarakat dan seluruh keluarga besar pesantren Darunnur kehilangan Ummul Ma'had, Syarifah Muniroh binti Ali Basyaiban atau Nyai Mas Muniroh binti Kiai Mas Ali bin Kiai Mas Abu Huroiroh, pada Selasa (24/11/2024) jam 06.30 WIB.
Beliau salah satu sesepuh keluarga besar pondok pesantren Sidogiri. Kakek beliau Kiai Mas Abu Hurairah, suami Nyai Mas Anisa, saudara Kiai Mas Nur Hasan bin Kiai Mas Nur Khotim, salah satu pengasuh pondok pesantren Sidogiri pada zamannya.
Beliau adalah sosok orang tua bagi keluarga besar Darunnur dan juga masyarakat sekitar pesantren. Sosok yang dikenal ramah dan dermawan. Setiap hari selalu kedatangan fuqoro' dan masakin dari berbagai daerah, entah itu orang yang pura-pura faqir atau faqir sungguhan.
Beliau tidak pernah menolak dan tidak pernah menanyakan, namun selalu memberikan apa yang diminta oleh orang-orang tersebut. Selalu menyuruh anak santri menyiapkan makanan agar orang-orang yang berdatangan, baik itu tamu atau pengemis bisa makan.
Pagi, siang dan malam, bahkan dalam keadaan sakit pun beliau selalu menyempatkan untuk menemui tamu bahkan pengemis sekalipun. Beliau tidak pernah mengeluh sakit apapun walaupun dalam keadaan sakit.
Waktunya dihabiskan untuk menghormati para tamu yang berdatangan hingga malam hari. Setelah beristirahat sebentar, jam 12 malam beliau bangun dan melaksanakan sholat sunnah, diteruskan dengan berdzikir hingga subuh.
Selesai sholat subuh beliau duduk berdzikir hingga waktu dhuha. Selesai dhuha, waktunya untuk santri dan para tamu. Begitulah hari demi hari yang beliau lalui hingga menjelang wafat.
Dikenal ahli puasa yang dikhususkan untuk para santrinya. Sering juga puasa 7 hari penuh untuk putra-putrinya yang berjumlah tujuh, diantaranya:
1. Wardah Basyaiban, pengasuh pesantren Darunnur
2. Muhammad Sulaiman Basyaiban, pengasuh pesantren Dar Al-Raudhah
3. Ahmad Basyaiban
4. Asma Basyaiban, pengasuh pesantren Nurul Iman
5. Muhammad Kholilul Arif Basyaiban, pengasuh pesantren Darunnur Al-Musthofa
6. Abdulloh Asad Basyaiban, pengasuh pesantren Darunnur Al-Mustafa
7. Idatul Qodiriyah Basyaiban, pengasuh pesantren Darunnur Arrumi
Bukti karomah, beliau ahli sedekah dan dicintai banyak umat. Ribuan jamaah hadir ikut takziyah mensholati dan menghantar ke tempat peristirahatan terakhir.
Dari 7 hari setelah kepergiannya, setiap hari, dari pagi hingga malam ribuan orang hadir dari beberapa daerah. Dari kabupaten, kota, hingga provinsi. Selamat jalan Ummul Ma'had, kami akan selalu merindukanmu.
Penulis GIAN