28 Jun 2025 | Dilihat: 212 Kali

Kepala BNN Ultimatum Ibu-ibu Kini Jadi Target Sasaran Bandar Narkoba

noeh21
      
MajalahDCN.com | Jakarta - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Marthinus Hukom mengakui modus operandi penyelundupan narkoba oleh para bandar sering berubah-ubah.

Kendati demikian, kemampuan pemetaan dari aparat penegak hukum dapat gagalkan penyelundupan narkoba ke Indonesia.

"Kami mencegah satu modus dia akan terus melakukan modus yang lain, dan kita harus mampu memprediksi modus apa yang akan berkembang setelah kita melakukan penangkapan-penangkapan masif terhadap narkoba dengan modus-modus ini," katanya di TMII, Kamis (26/6/2025) malam.

Marthinus menerangkan, beberapa waktu lalu pihaknya menggagalkan narkoba yang mengirim melalui jalur laut. Namun, tak lama petugasnya juga menangkap pelaku narkoba menggunakan jalur pesawat.

"Itu artinya jalur laut yang kita potong begitu masif dia akan mencoba cari kembali pada jalur yang karena rekan-rekan lihat ya strategi utama kita adalah jalur laut dan jalur pantai kita potong," tuturnya.

"Mereka berpikir bahwa kita tidak akan lengah di jalur udara ternyata kan kita di situ juga kita jagain," tambahnya.

Menurut Marthinus, untuk meredam modus penyelundupan narkoba maka perlu adanya pemetaan dan kerjasama dengan instansi atau lembaga lain.

Ia pun meminta para bandar tidak coba-coba menyelundupan narkoba selama dirinya masih menjabat sebagai Kepala BNN RI.

"Kami sudah punya cara itu dan saya pesan keras buat para bandar narkoba kalian berhadapan dengan orang salah, kalau kalian melihat saya sebagai kepala BNN dan kalian coba-coba. Itu saja," tandasnya.

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkap fakta mengejutkan bahwa sindikat narkoba internasional kini tak hanya menyasar para pengguna saja di Indonesia.

Mereka juga menjadikan ibu-ibu di Indonesia sebagai target utama untuk dijadikan kurir lintas pulau hingga lintas benua.

Hal itu diungkap oleh Kepala BNN RI, Komjen Marthinus Hukom dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2025.

"Jadi bukan saja pengguna, tapi juga ibu-ibu menjadi sasaran target daripada sindikasi narkoba internasional. Mereka digunakan untuk menjadi kurir antarpulau, antarbenua, termasuk di Indonesia," tegasnya, Kamis (26/6/2025) malam. (Adapted From)
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas