19 Ags 2025 | Dilihat: 183 Kali

Semangat Merdeka, Warga Cibuluh Gandeng Polisi Perangi Narkoba

noeh21
Edukasi penting mengenai bahaya narkoba dan kenakalan remaja.
      
MajalahDCN.com | Bogor – Hiruk pikuk lomba balap karung, tarik tambang, dan sorak-sorai anak-anak mewarnai suasana peringatan HUT RI ke-80 di RT 004 RW 002, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara. Namun, di balik keceriaan Agustusan, ada momen yang terasa berbeda. Tahun ini, kemeriahan tidak hanya soal hadiah lomba, melainkan juga tentang menyelamatkan masa depan generasi muda.

Di tengah lapangan bulutangkis yang dipenuhi warga, Polresta Bogor Kota hadir dengan agenda khusus: memberikan edukasi bahaya narkoba dan kenakalan remaja. Kehadiran aparat kepolisian di tengah perayaan kampung itu menjadi bukti bahwa perjuangan melawan narkoba bisa dimulai dari lingkungan terkecil.

Polisi Turun ke Lapangan
Ipda Subandi, KBO Sat Narkoba Polresta Bogor Kota, tampil di hadapan warga dengan gaya penyampaian lugas namun mudah dipahami. Ia memperlihatkan berbagai jenis narkoba yang kerap beredar di masyarakat, sambil mengingatkan:

“Generasi muda harus berani bilang tidak. Sekali mencoba narkoba, bisa hancur masa depan.”

Pesannya langsung mengena, terutama bagi para remaja yang ikut duduk di barisan depan.

Tak hanya soal narkoba, Ipda Firman, Kanit PPA Polresta Bogor Kota, juga berbicara soal kenakalan remaja. Ia menjelaskan bentuk-bentuk kriminal yang sering melibatkan anak muda, mulai dari tawuran hingga kekerasan. “Orang tua adalah benteng utama. Jangan lelah untuk mengawasi dan membimbing anak-anak,” ujarnya menekankan.

Simbol Perlawanan
Acara semakin khidmat ketika warga bersama polisi melakukan pemusnahan barang bukti berupa baju gangster. Baju itu dibakar di hadapan semua orang, menjadi simbol nyata perlawanan terhadap kenakalan remaja.

Teriakan lantang “Say No To Drug!” menggema dari seluruh warga, menegaskan bahwa kampung kecil ini juga bisa menjadi barisan depan perang melawan narkoba.

Apresiasi dari Warga
Qodar, Ketua RT 004, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Baginya, Agustusan tahun ini bukan sekadar perayaan, melainkan momentum memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

“Semangat kemerdekaan harus memberi manfaat nyata. Anak-anak bukan hanya senang ikut lomba, tapi juga mendapatkan wawasan agar tidak terjerumus ke hal-hal yang merusak masa depan,” ujarnya.

Merdeka dari Narkoba
Di Cibuluh, kemerdekaan kali ini dimaknai lebih luas. Tidak hanya merdeka dari penjajahan, tetapi juga merdeka dari narkoba dan ancaman kriminalitas. Warga sadar, menjaga bangsa berarti juga menjaga anak-anak mereka tetap bersih dari barang haram.

Dan sore itu, di tengah suara tawa lomba Agustusan, ada harapan baru yang tumbuh: generasi muda yang kuat, sehat, dan berani berkata tidak pada narkoba. (Nuli)
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas