14 Des 2024 | Dilihat: 474 Kali

Waspadai Obat Palsu Diabetes Semaglutida

noeh21
      
MajalahDCN - Semaglutida adalah obat yang digunakan untuk mengontrol kadar gula darah pada pasien diabetes tipe 2. Obat ini bekerja meningkatkan sekresi insulin dan mengurangi produksi glukosa di hati.

Meskipun efektif, penting untuk memastikan bahwa obat yang digunakan asli dan aman. Obat palsu Semaglutida adalah masalah serius yang dapat membahayakan kesehatan, sehingga obat ini harus diperoleh dari sumber resmi dan terpercaya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan Semaglutida palsu yang dijual dengan merek Ozempicdi beberapa negara, seperti di Brasil pada Oktober 2023, di Inggris Raya dan Irlandia Utara pada Oktober 2023, dan di Amerika Serikat pada Desember 2023.

Asisten Direktur Jendral WHO, Dr. Yukiko Nakatani, menghimbau untuk menghentikan penggunaan obat-obatan yang mencurigakan dan melaporkannya kepada pihak terkait.

"Sistem Pengawasan dan Pemantauan Global (GSMS-WHO) telah mengamati laporan tentang produk Semaglutida palsu sejak tahun 2022. Peringatan pertama dikeluarkan WHO setelah adanya beberapa laporan,“ kata Sang dokter.

Semaglutida mengakibatkan kardiovaskular. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet yang diminum setiap hari. Ada juga yang disuntikkan setiap minggu. Dan untuk Semaglutida suntik, pasien harus memastikan obat disimpan dalam lemari es.

WHO telah mengamati laporan tentang pemalsuan obat ini. Selain menurunkan kadar gula darah, obat ini juga terbukti dapat menekan nafsu makan. Oleh karena itu obat ini semakin banyak diresepkan untuk menurunkan berat badan di beberapa negara, yang menyebabkan komplikasi kesehatan akibat kadar glukosa darah atau berat badan yang tidak terkontrol.

Dalam kasus lain, bahan aktif yang tidak dicantumkan mungkin terkandung dalam alat suntik, misalnya insulin, yang menyebabkan berbagai risiko atau komplikasi kesehatan.

Saat ini Semaglutida bukan pengobatan yang direkomendasi WHO untuk diabetes, karena harganya mahal dan tidak terjangkau untuk masyarakat. Namun ada pengobatan yang lebih terjangkau, dengan efek yang sama dan tidak mengakibatkan kardiovaskular.

Bahaya obat palsu memiliki efektivitas yang rendah, karena tidak mengandung bahan aktif yang diperlukan. Selanjutnya muncul efek samping yang berbahaya yang memperburuk kesehatan.

Gejala yang terjadi akibat penggunaan obat palsu yaitu ketidakefektifan gula darah yang tidak terkontrol meskipun sudah menggunakan obat. Terjadi efek samping juga alergi seperti ruam, gatal, atau gejala lainnya.

Untuk menghindari obat palsu belilah obat dari sumber yang terpercaya, seperti apotek atau penyedia layanan kesehatan resmi. Selanjutnya lakukan pemeriksa keamanan, perhatikan kemasan, label, dan tanggal kadaluwarsa. Obat asli biasannya memiliki kemasan yang rapi dan informasi yang jelas.

Lakukan konsultasi dengan dokter sebelum memulai pengobatan, agar mendapatkan resep yang tepat. Beli obat dengan resep dokter berlisensi dan hindari membeli obat dari sumber yang tidak dikenal atau tidak terverifikasi, seperti membeli obat secara daring.

Laporkan pada pihak yang berwenang jika ada hal yang mencurigakan untuk mencegah penyebaran obat palsu. Serta lakukan edukasi diri dengan meningkatkan pengetahuan tentang obat yang diresepkan, termasuk cara kerja dan potensi efek sampingnya.

Untuk mengurangi peredaran obat palsu memerlukan pendekatan multi-faceted, yaitu dengan cara edukasi kepada masyarakat. Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya obat palsu dan cara mengenalinya. Lakukan sistem pelacakan obat, seperti kode QR atau sistem blockchain, untuk memastikan keaslian produk. Selanjutnya dengan jalur hukum untuk produsen dan distributornya.

Dengan Langkah-?langkah ini kita dapat terhindari dari obat palsu. Dan semua pemberitahuan tentang obat palsu dapat dikirim ke WHO.

Kerja sama dengan Lembaga internasional untuk memerangi perdagangan obat palsu secara global. Selanjutnya lakukan pelatihan terhadap tenaga kesehatan mengenali dan melaporkan obat palsu.

Bisa juga dengan melalui media sosial untuk menyebarkan informasi cara mendapatkan obat yang aman, legal, dan terjangkau, sehingga mengurangi ketergantungan pada obat illegal.

Dengan kombinasi Langkah-langkah ini, diharapkan peredaran obat palsu dapat diminimalkan.

Faktor yang menyebabkan terjadinya pemalsuan obat adalah adanya permintaan tinggi, ketersediaan obat yang rendah, atau mahalnya obat yang dapat mendorong konsumen mencari alternatif yang lebih murah. Ketidakpuasan terhadap layanan kesehatan yang mendorong pasien untuk mencari alternatif, termasuk obat-obatan yang tidak terjamin kualitasnya.

Regulasi yang lemah, kurangnya pengawasan dari pemerintah terhadap produksi dan distribusi obat. Dan kurangnya kesadaran pengetahuan masyarakat tentang cara membedakan obat asli dan palsu.

Ketersediaan teknologi yang memudahkan akses untuk memproduksi obat palsu dengan teknologi yang canggih. Serta kejahatan terorganisir yang memproduksi dan mendistribusikan obat palsu untuk keuntungan yang besar.

Untuk mengatasi masalah ini memerlukan kolaborasi antara pemerintah, industri farmasi, dan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan pengawasan.

Adapun ciri-ciri obat palsu adalah kemasan yang rusak atau tidak rapi, label yang tidak jelas atau mencurigakan, harga yang jauh lebih murah dibandingkan produk asli, tidak adanya informasi tentang produsen atau nomor registrasi.

Mewaspadai obat palsu sangat penting untuk menjaga kesehatan. Obat-obatan yang dipasarkan secara ilegal mungkin mengandung bahan yang tidak tepat atau berbahaya. Mungkin juga mengandung terlalu sedikit, atau terlalu banyak, atau tidak mengandung bahan aktif sama sekali.

Kesimpulan
Pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat, baik itu pasien maupun tenaga medis, tentang risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh obat palsu yang tidak terjamin kualitasnya serta tidak terdaftar. Karena penggunaan obat palsu dapat mengakibatkan efek samping yang berbahaya untuk kesehatan.

Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk membeli obat dari apotek resmi dan terpercaya. Dengan memeriksa kemasan, dan melaporkan obat yang mencurigakan kepada pihak berwenang. Serta lakukan konsultasi dengan dokter atau tenaga medis sebelum memulai pengobatan. Edukasi dan waspada untuk melindungi diri dan keluarga.

Ditulis oleh:
Melati Sufi Rabiah Al-adawiyyah
Mahasiswa Fakultas Kesehatan Prodi Farmasi 
Universitas Muhammadiyah Malang
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas