26 Ags 2025 | Dilihat: 308 Kali

Ketegangan di Perbatasan RI-RDTL: Kisah Desa Inbate Usai Penembakan Warga

noeh21
Ilustrasi. Polisi ungkap kondisi di perbatasan Indonesia dan Timor Leste setelah seorang WNI jadi korban tembak pada Senin malam (25/8/2025).
      
 
MajalahDCN.com | Kupang - Di Desa Inbate, sebuah titik perbatasan antara Republik Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), suasana sempat memanas pada akhir pekan lalu. Ketegangan yang berujung pada penembakan seorang warga Indonesia membawa getaran serius bagi warga yang tinggal di wilayah yang selama ini menjadi batas antara dua negara sahabat.

Kapolres Timor Tengah Utara (TTU) AKBP Eliana Papote memastikan bahwa situasi di Desa Inbate kini sudah kondusif. Meski demikian, luka fisik dan emosi masih terasa setelah peristiwa yang terjadi sehari sebelumnya. Demikian keterangan resmi yang disampaikan pada Senin malam (25/8/2025).

Perjalanan Menuju Konflik
Perseteruan bermula ketika aparat Polisi Perbatasan Timor Leste, Unidade De Patrulhamento Da Fronteira (UPF), berjumlah tujuh orang, berupaya memasang pilar batas negara di titik yang diduga masuk wilayah Indonesia. Warga Inbate, yang terdiri dari sekitar 15 kepala keluarga, menolak keras langkah tersebut karena kawasan itu masih berstatus “status quo” alias belum disepakati secara final dalam penyelesaian perbatasan kedua negara.

“Kami masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat,” ujar Bupati TTU, Yoseph Falentinus Delasalle Kebo, menanggapi upaya pemasangan patok oleh UPF di patok nomor 36, yang menjadi titik sengketa.

Ketika upaya itu tetap dilakukan oleh petugas Timor Leste pada pagi hari Senin, situasi di lapangan langsung memanas. Warga Desa Inbate yang merasa wilayah mereka terancam, melakukan protes keras. Ketegangan yang terjadi membuat polisi perbatasan Timor Leste panik dan melepaskan tembakan peringatan sebanyak enam kali.

Tembakan yang Melukai
Dari tembakan peringatan tersebut, seorang warga bernama Paulus Oki (58) terkena luka tembak di bahu sebelah kanan. Luka ini membuat suasana menjadi lebih mencekam, dan Paulus pun segera dilarikan ke RSUD Kefamenanu untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kapolres TTU Eliana Papote menyampaikan, pihak kepolisian sudah membawa warga yang terlibat bentrokan ke Polsek terdekat untuk dimintai keterangan. Mereka pun sedang mendalami kronologi kejadian demi menjaga ketertiban dan mencegah insiden serupa terulang.

Batas yang Tak Sekadar Garis di Peta
Insiden di Desa Inbate ini menjadi cermin kompleksitas masalah perbatasan yang tak hanya soal tanda fisik di tanah, tapi juga menyangkut rasa aman dan kedaulatan warga yang tinggal di daerah tersebut. Bupati Yoseph menegaskan pentingnya kesepakatan bersama untuk menjaga perdamaian dan menghormati status quo yang telah disepakati selama ini.

“Ini bukan hanya soal patok atau batas, tapi soal kehidupan dan ketenangan warga kami,” kata Yoseph dengan nada serius.

Kini, meski situasi sudah terkendali, warga Desa Inbate masih menunggu kejelasan dan langkah konkret dari pemerintah pusat terkait penyelesaian perbatasan yang selama ini menjadi sumber gesekan. Mereka berharap insiden ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi dan kerja sama dalam menjaga keamanan di wilayah perbatasan yang rentan. (Nuli)
 
 
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas