04 Nov 2026 | Dilihat: 3 Kali

Panglima Jilah Gandeng Habib Abu Djibril Basyaiban Tangani Karhutla Kalimantan

noeh21
      
MajalahDCN.com || Kalimantan – Pemimpin Besar Pasukan Merah Tariu Borneu Bangkule Rajakng (TBBR) Panglima Jilah menggandeng sejumlah tokoh masyarakat dan ulama untuk membantu menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Salah satu tokoh yang diajak bekerja sama adalah Habib Abu Djibril Basyaiban.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pemanggilan Presiden Prabowo Subianto terhadap Panglima Jilah ke Istana Kepresidenan, yang salah satunya membahas penanganan karhutla.

Menurut Panglima Jilah, perhatian pemerintah terhadap Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat, tidak hanya berkaitan dengan karhutla. Ia menyebut Presiden Prabowo juga memberikan perhatian terhadap berbagai kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.

Sinergi Tokoh dan Ulama
Habib Abu Djibril Basyaiban merupakan tokoh santri yang menjabat sebagai Pembina Pesantren RI, penasihat pada era Presiden Joko Widodo, serta Pembina DPP Gerakan Indonesia Anti Narkotika (GIAN).

Kepada awak media, Habib Abu Djibril menuturkan kepedulian Panglima Jilah yang didampingi tim TBBR, antara lain Iwan, Veri Fendi, dan AM Chairi, dinilai sangat luar biasa dalam membantu penanggulangan karhutla.

"Kami bersinergi memohon kepada Dzat yang Maha Kuasa yang menjadikan alam semesta ini," ujarnya, Kamis (29/10/2026).
 

Hujan Rahmat di Kalimantan
Habib Abu Djibril menyampaikan rasa syukur karena upaya tersebut berbuah hasil. Hujan rahmat mengguyur Kalimantan dengan puncaknya pada Rabu, ketika hampir seluruh masyarakat Kalimantan merasakan kebahagiaan atas turunnya hujan yang meredakan karhutla.

Menurutnya, sebagai santri, ia diajarkan untuk meminta segala sesuatu kepada Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan semesta alam. Santri juga dididik mampu menyelesaikan masalah dengan cara yang telah dipelajari di pesantren.

"Kemarau yang sangat panjang menyebabkan hutan dan gambut mudah terbakar. Penyelesaiannya adalah riyadhoh beritual, sebagaimana sholat istisqa dengan cara yang benar dan beraturan sesuai tuntunan," jelasnya.

Ia menganalogikan hal tersebut dengan sepak bola. Semua orang mampu menendang bola, tetapi jika tidak beraturan, bola tidak akan masuk ke gawang.

"Alhamdulillah, dengan cara kebersamaan Allah mengabulkan apa yang kita inginkan. Doa bermunajat dengan aturan cara yang benar adalah senjata paling ampuh untuk menyelesaikan semua masalah," tuturnya.

Jaga Silaturahmi dan Pilar Kebangsaan
Ke depan, Habib Abu Djibril Basyaiban akan terus bersinergi dengan Panglima Jilah untuk menjaga silaturahmi ke pesantren-pesantren. Ia juga berkomitmen menjaga dan berpegang teguh terhadap pilar PBNU, yakni Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Undang-Undang Dasar 1945, sesuai tujuan yang diajarkan para pendiri bangsa. (red)
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas