29 Ags 2025 | Dilihat: 235 Kali

Solidaritas untuk Affan Kurniawan: Gojek dan Grab Gelapkan Logo

noeh21
Gojek dan Grab kompak mengubah foto profil media sosial mereka menjadi warna hitam pada hari ini, Jumat (29/8/2025) sebagai tanda duka cita atas meninggalnya driver ojol bernama Affan Kurniawan.
      

MajalahDCN.com | Jakarta - Pagi itu, Jumat (29/8/2025), linimasa media sosial mendadak terasa muram. Logo hijau cerah yang selama ini identik dengan Gojek dan Grab berubah menjadi hitam. Bukan sekadar perubahan visual, keputusan dua raksasa ride-hailing itu menjadi simbol duka cita atas wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) berusia 21 tahun, yang meninggal setelah terlindas kendaraan taktis Brimob di tengah kericuhan demonstrasi di kawasan DPR RI.

Melalui unggahan resmi di Instagram dan X, manajemen Gojek menyampaikan pesan pilu.

Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan kesedihan keluarga besar Gojek & GoTo atas kepergian Mitra Driver kami, Alm. Affan Kurniawan,” tulis perusahaan.

Dalam pernyataan itu, Gojek menegaskan bahwa Affan adalah bagian penting dalam perjalanan mereka, dan berjanji mendampingi keluarga almarhum agar tidak merasa sendiri.

Sikap serupa ditunjukkan Grab Indonesia. Dengan latar logo monokrom, Grab menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus doa untuk kesembuhan Moh Umar Amarudin, driver ojol lain yang juga menjadi korban insiden.

Fokus utama kami saat ini adalah memberikan dukungan sepenuhnya bagi para rekan pengemudi serta keluarga yang terdampak," ujar Tirza R. Munusamy, Chief of Public Affairs Grab Indonesia.

Ia memastikan perusahaan akan menyalurkan santunan dan bantuan konkret kepada keluarga Affan maupun mitra yang masih menjalani perawatan. Solidaritas ini lahir di tengah kegeraman publik atas tragedi di Pejompongan, Kamis (28/8/2025) malam.

Rekaman amatir yang beredar memperlihatkan mobil lapis baja Brimob melaju kencang, menabrak dan melindas pengendara ojol. Dalam insiden itu, Affan kehilangan nyawanya, sementara Umar menderita luka serius dan dirawat intensif di RS Pelni.

Peristiwa tersebut memicu amarah massa yang semula bubar, lalu kembali mengepung kendaraan taktis. Namun, mobil tetap melaju meninggalkan lokasi.

Di sisi lain, suara-suara duka dan doa mengalir deras di media sosial. Nama Affan menjadi simbol perjuangan para mitra ojol yang bekerja keras menembus jalanan demi keluarga.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sendiri menyampaikan permintaan maaf terbuka. Ia menyesali kejadian itu dan memerintahkan Divisi Propam untuk menindaklanjuti.

Sekali lagi kami mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk korban, keluarga, serta seluruh keluarga besar ojol,” ujarnya.

Di tengah gelombang duka ini, warna hitam yang kini melekat di logo Gojek dan Grab menjadi pengingat: Affan bukan sekadar nama, melainkan wajah nyata dari ribuan pengemudi yang setiap hari menghidupi keluarga dengan risiko di jalanan. Solidaritas, setidaknya, menjadi pelipur di tengah kehilangan. (Nuli)

Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas