08 Jul 2026 | Dilihat: 192 Kali

Tiga Anggota Polri Gugur dalam Penggerebekan Narkoba di Katingan, Dua Pelaku Ditangkap

noeh21
      
MajalahDCN.com || Katingan – Operasi pemberantasan narkoba di Desa Tumbang Kelemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir dengan duka. Tiga anggota Polri gugur dalam penggerebekan yang dilakukan pada Kamis (2/7/2026) dini hari, setelah menghadapi perlawanan sengit dari pelaku.

Peristiwa bermula saat tim Satresnarkoba Polres Katingan melakukan penggerebekan terhadap seorang bandar sabu yang diduga berinisial BIO. Saat hendak melakukan penangkapan, petugas mendapat perlawanan menggunakan senjata tajam. Situasi di lokasi berubah ricuh dan terjadi penyerangan terhadap anggota kepolisian.

Dalam insiden tersebut, Aipda Yudhie Perdana Putra gugur setelah mengalami luka akibat serangan. Sementara itu, sejumlah anggota lainnya berusaha menyelamatkan diri dengan menceburkan diri ke Sungai Katingan yang berarus deras.

Akibat kejadian tersebut, Bripda Nopandri Ramadhana dan Aiptu Sumaryanto sempat dinyatakan hilang. Tim gabungan dari Polri, TNI, Basarnas, dan relawan melakukan pencarian selama beberapa hari.

Pada Sabtu (4/7), Bripda Nopandri ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 4 kilometer dari titik awal diduga hanyut. Sehari kemudian, Minggu (5/7), Aiptu Sumaryanto juga ditemukan meninggal dunia. Dengan demikian, jumlah anggota Polri yang gugur dalam operasi tersebut bertambah menjadi tiga orang.

Di tengah proses evakuasi dan pencarian korban, kepolisian terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Hingga perkembangan terbaru, dua terduga pelaku, yakni Saldy dan Isnan Melani Pebriansyah alias Robi, telah berhasil ditangkap untuk menjalani proses hukum.

Sementara itu, polisi masih memburu dua orang lainnya, yakni BIO yang diduga sebagai bandar sabu sekaligus target utama operasi, serta Ramblan yang diduga turut terlibat dalam penyerangan terhadap petugas. Aparat menegaskan akan terus memburu para pelaku hingga seluruhnya berhasil ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Tragedi ini menjadi pengingat besar akan risiko yang dihadapi aparat dalam memberantas peredaran narkoba. Pengorbanan Aipda Yudhie Perdana Putra, Bripda Nopandri Ramadhana, dan Aiptu Sumaryanto menjadi duka mendalam bagi institusi Polri dan masyarakat Indonesia. Pemberantasan narkoba tetap menjadi prioritas, meskipun harus dibayar dengan pengorbanan nyawa. (Ypa)
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas