19 Ags 2025 | Dilihat: 267 Kali

Suara Rakyat Bone Menolak Kenaikan PBB, Ribuan Massa Siap Turun ke Jalan

noeh21
Kapolres Bone AKBP Sugeng Setyo Budhi.
      
MajalahDCN.com | Bone – Suasana di sekitar Kantor Bupati Bone, Sulawesi Selatan, Selasa (19/8/2025), tampak berbeda dari hari-hari biasanya. Sejak pagi, aparat gabungan TNI-Polri sudah berjaga di sejumlah titik strategis. Kawat berduri terpasang rapat di depan kantor pemerintahan, sementara mobil water cannon dan barracuda terparkir siap siaga.

Bukan tanpa alasan, hari ini ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bone bersiap menggelar aksi besar-besaran. Mereka menolak kebijakan kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) yang dianggap membebani masyarakat.

Ribuan Aparat Disiagakan
Kapolres Bone, AKBP Sugeng Setyo Budhi, menegaskan bahwa sedikitnya 1.000 personel gabungan TNI dan Polri diturunkan untuk menjaga keamanan. Aparat Satpol PP juga ikut memperketat pengawasan di sekitar lokasi.

“Silakan masyarakat menyuarakan aspirasi, tetapi jangan ada tindakan anarkis. Kami berharap semuanya tetap aman dan kondusif, jangan sampai ada korban,” ujarnya dengan nada tegas namun penuh harap.

Dari pihak TNI, Lettu Inf Akhyar Budiman, Pasi Ops Kodim Bone, menyampaikan hal serupa. Ia menekankan bahwa pengamanan dilakukan dengan pendekatan humanis.

“Kami hadir bukan untuk menghalangi, tapi untuk memastikan aksi berjalan lancar,” katanya.

Aksi Besar dengan Tensi Tinggi
Aliansi Rakyat Bone yang digawangi Rafli Fasyah sebagai jenderal lapangan, menyebut sedikitnya 2.000 orang akan turun ke jalan. Massa diperkirakan memadati kawasan kantor bupati pada siang hari.

“Kami akan menggelar aksi di Kantor Bupati Bone. Perkiraan riil sementara ada sekitar 2.000 massa,” kata Rafli sehari sebelumnya.

Bagi warga, kenaikan tarif PBB bukan sekadar angka dalam selembar kertas tagihan. Itu berarti beban tambahan di tengah harga kebutuhan pokok yang kian melambung. Maka, aksi protes dianggap sebagai jalan terakhir untuk didengar.

Ketegangan dan Harapan
Di balik kawat berduri dan barisan aparat yang berjejer, tersimpan harapan agar demonstrasi ini benar-benar menjadi wadah penyampaian aspirasi, bukan ajang kericuhan. Pihak keamanan berjaga-jaga dengan peralatan lengkap, namun juga diiringi pesan damai agar suara rakyat tetap tersampaikan tanpa benturan.

Hari ini, mata publik tertuju ke Bone. Apakah unjuk rasa ini bisa menjadi momentum dialog antara pemerintah dan rakyat, atau justru menambah daftar panjang ketidakpuasan terhadap kebijakan fiskal di daerah?

Yang jelas, ribuan orang akan bersuara lantang: menolak kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada masyarakat kecil. (Nuli)
Sentuh gambar untuk melihat lebih jelas